Kamis, 23 Februari 2012











I'm stuck in this place... ><


Saya bingung mau menulis apa, mungkin. Saat ini sepertinya ada banyak hal yang berlarian di dalam kepala Saya.dan Saya ingin menangkap atau membekukan beberapa hal dalam tulisan Saya, namun Saya bingung mana yang harus Saya tulis, mungkin Lirik lagu Fix You (Coldplay) ini sedikit. menggambarkan kondisi otak Saya saat ini...
When you try your best but you don't succeed
When you get what you want but not what you need
When you feel so tired but you can't sleep
Stuck in reverse

When the tears come streaming down your face
When you lose something you can't replace
When you love someone but it goes to waste
Could it be worse?

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

High up above or down below
When you're too in love to let it go
If you never try you'll never know
Just what you're worth

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you

Tears come streaming down your face
When you lose something you cannot replace
Tears come streaming down your face
And I

Tears come streaming down your face
I promise you I will learn from all my mistakes
Tears come streaming down your face
And I

Lights will guide you home
And ignite your bones
And I will try to fix you...



Saya sudah berusaha, meskipun akhir-akhir ini saya akui usaha Saya kurang maksimal (karena Saya terlalu jenuh) dan sebisa mungkin Saya berusaha menyembunyikan rasa kekecewaan terhadap diri saya sendiri yang telah menyebabkan beberapa kegagalan-kegagalan kecil, serta menepis rasa galau yang berusaha menghampiri. Saya tidak tahu mengapa akhir-akhir ini saya sulit sekali untuk menangis. beban seberat apapun selalu berusaha saya selesaikan tanpa air mata... setiap saya merasa kesal atau sedih saya selalu berusaha menertawakan hal-hal yang membuat saya kesal atau sedih itu, sehingga saya tidak bisa menangis, malah tertawa terbahak-bahak. hal ini memang membuat saya terlihat kuat dan tegar, namun Saya merasa kering, seperti sebatang kaktus di gurun tandus Saya sangat membutuhkan air mata, untuk saat ini. Saya bahkan sudah membaca novel dan menonton film-film drama atau tragedi yang sangat menyedihkan. ataupun membayangkan kejadian paling menyedihkan yang dapat terjadi dalam hidup Saya. namun tak satupun dari usaha di atas mampu membuat saya menangis ataupun membuat Saya menitikkan air mata. There must be something wrong with me... >< Help!

Minggu, 05 Februari 2012

Get Inspired by Weird Cactus

Setiap hari Jumat siang Saya pergi ke sebuah Sekolah Internasional di bilangan Jakarta Utara. Anak-anak disini memang kurang fasih berbahasa Indonesia yang baku karena setiap hari mereka menggunakan bahasa Inggris di sekolah ini. well, mengingat sebentar lagi akan diselenggarakan Ujian Nasional untuk murid-murid grade 6 dan grade 9, just info : 3 mata pelajaran utama UN adalah matematika, IPA, dan BAHASA INDONESIA (bold, underline, italic, hahhaha... that's why I'm stuck in here every friday *sigh* )
maka Kepala Sekolah memutuskan untuk bekerja sama dengan kantor Saya untuk memberikan Enrichment Programs *les tambahan gratis.
Jumat lalu Saya mengajarkan tentang ciri-ciri makhluk hidup kepada anak-anak grade 6, coba bayangkan betapa susahnya mengajari mereka mengerjakan latihan soal-soal dalam bahasa Indonesia, sebentar-sebentar mereka bertanya "Miss Jane,anggrek itu termasuk makhluk hidup ya?" "cocor bebek itu hewan yang seperti apa ya, Miss?" "Miss,mencabik-cabik mangsa maksudnya apa sih?" dan pertanyaan-pertanyaan konyol lainnya......arrrrrghh... *kepala Saya migrain* >< Okay, hari itu Saya merasa cukup kewalahan menjelaskan sesuatu dalam bahasa yang sederhana dan mudah dimengerti oleh anak umur 11 tahun, tetapi justru dari hal-hal sederhana itu Saya belajar banyak hal dari pertanyaan-pertanyaan sederhana yang sulit untuk di jawab. Dan beberapa hal kecil lainnya tentang makhluk hidup membuat Saya menyadari bahwa sesuatu diciptakan memang sudah sempurna, meskipun terkadang manusia sering menilai sesuatu itu dari kekurangannya.
( sumber gambar :  © Friedrich A. Lohmueller dari http://www.f-lohmueller.de/ )


Contohnya pelajaran dari tanaman kaktus yang hidup di padang pasir. Tanaman berduri ini bentuknya kurang menarik dibandingkan pohon atau tanaman hias lain dari daerah tropis ataupun sub-tropis,daunnya pun berbentuk duri, tapi akar kaktus sangatlah panjang sehingga bisa menjangkau air dari tempat yang jauh. lalu kenapa ya Tuhan menciptakan kaktus? kenapa harus ada tumbuhan aneh macam si kaktus ini? kenapa semua pohon tidak seperti pohon pinus atau bunga sakura yang anggun dan indah? atau seperti pohon mangga yang manis buahnya? atau seperti tanaman eceng gondok dan bunga teratai yang bisa mengapung di atas air? Jika si kaktus ini bisa berbicara mungkin dia akan berkata : Saya juga tidak tahu mengapa Saya diciptakan aneh begini bentuknya, dan kenapa Saya ditempatkan di tempat yang gersang seperti gurun ini. Tubuh Saya pun penuh duri, maaf bila secara tidak sengaja Saya pernah melukai makhluk lain. Mau bagaimana lagi, itu adalah cara Saya bertahan hidup, Itu bukan duri, itu adalah daun Saya. kalau boleh memilih Saya juga ingin terlihat normal seperti tumbuhan lainnya yang daunnya cantik dan tidak melukai orang. Saya pun juga ingin memiliki batang yang kokoh, rindang dan teduh. sehingga hewan atau manusia yang kebetulan lewat dapat berteduh di bawahnya.  Tapi apa daya, Saya terlahir sebagai kaktus yang tiap hari tugasnya hanya berdiri di padang gurun tandus ini. Satu-satunya yang bisa Saya lakukan dengan akar Saya yang panjang adalah mencari air dari tempat yang jauh dan menyimpannya di dalam batang Saya. Saya rela jika ada hewan atau manusia yang memotong batang saya yang penuh air ini saat mereka kehausan. Karena hanya dengan cara itu hidup Saya dapat bermanfaat bagi makhluk lain".
Jika si kaktus bisa memilih,dan jika dia punya kaki, mungkin dia akan berlari dan bermigrasi ke daerah yang lebih sejuk iklimnya. namun apakah dia dapat bertahan dan hidup lebih bahagia di tempat yang menurutnya "lebih baik" itu? Faktanya, tanaman kaktus akan membusuk dan mati jika diberi banyak air. Pelajaran yang dapat Saya petik dari pohon kaktus ini adalah:
1. rumput tetangga memang selalu terlihat lebih hijau, tetapi belum tentu enak *iklan banget sihh :p
2. Jika kita ditempatkan di sebuah "gurun" atau ditempat manapun, pastinya Sang Pencipta sudah memperlengkapi kita dengan "skill" yang cocok untuk beradaptasi di tempat itu.
3. Seseorang tidak selalu sengaja melukai kita, mungkin itu adalah satu-satu caranya untuk "melindungi dirinya" dalam bertahan hidup.

HAPPY MONDAY, Selamat Beraktivitas :)