Rabu, 16 Mei 2012

Flash Fiction : #HBD Yomi

Mei, Delapan Belas...


Malam ini, seperti malam-malam sebelumnya, mataku sulit untuk terpejam. Aku duduk bersandar di pinggir kasurku sambil memangku laptop kesayanganku. Mataku lelah namun gelisah, tak henti memelototi layar laptop. Jari-jariku memainkan mouse dengan kaku. Setelah bosan menelusuri timeline di berbagai sosial media, akhirnya kumatikan laptopku dan kucabut modemku lalu menyimpan keduanya di kolong ranjangku. Segera kubereskan kasurku dari gulungan kabel charger yang kusut, novel, kotak pensil dan kertas-kertas yang berserakan. Kumasukkan semua benda-benda itu di dalam ransel hijau kesayanganku. Kupadamkan lampu kamarku, segera aku meringkuk dibalik balutan bed cover, menghangatkan diri dari dinginnya udara Bogor di malam hari dan mencoba untuk mengistirahatkan tubuh dan pikiranku pagi ini. 
"Drrrrrt.....drrrrrt.....drrrrrtt...” Getaran handphone di atas meja belajarku membuatku terjaga pagi ini. “Sial, harusnya aku sudah bertemu salah satu artis korea dan menghabiskan makan malam dengannya di pulau mimpi jika saja malam tadi aku tidak lupa mematikan hape-ku” gerutuku dalam hati. “Siapa pula ini yang menelpon awak pagi-pagi?” aku penasaran sambil menjulurkan tangan kananku, mencoba meraih sumber getaran itu, dan menjawab panggilan dari nomor tak dikenal. “Halooo....” jawabku parau dengan separuh nyawa yang belum terkumpul. “Halo...halo...halo..., Selamat Pagi...betul ini dengan Mbak Omi?” sapaan riang seorang pemuda di seberang sana membuat kepalaku sedikit pusing. “Iya betul...” jawabku singkat. “Saya Andre dari Melody Entertainment, Mbak. Mbak Omi, selamat ya hasil karya Anda terpilih menjadi juara ketiga. Mbak hari ini bisa datang ke kantor nggak? Kami mau menyerahkan hadiah. Maaf ya mbak, mendadak banget undangannya” jelasnya. “Wah...yang benar nih Mas, sorry ini lomba yang mana ya? soalnya Saya banyak ikut lomba-lomba yang lain juga” tanyaku. “Lomba Cover Suara Awan, Mbak ” jawabnya. “Oh iyaa...iyaa....sebentar, alamat kantornya dimana ya, Mas?” tanyaku bersemangat sambil mengingat-ngingat apakah aku pernah mengikuti lomba tersebut. “Kami tunggu ya di kantor kami, Jalan Radio Dalam no. 10 Jakarta Selatan. Paling lambat jam 1 siang lho” jelasnya. Aku melirik ke arah jam dinding kamarku “wah sekarang udah jam sebelas lewat lagi, sempat gak ya?” tanyaku dalam hati. “Engg...maaf Mas, kalo besok aja Saya kesananya masih bisa nggak?” pintaku. “Wah...nggak bisa mbak, soalnya hari ini kita sekalian mau ngadain demo dari para pemenangnya. Kalo mbak gak bisa datang hari ini juga, terpaksa hadiahnya kami batalkan!” ancamnya. “lho...koq gitu sih? nggak bisa gitu dong Mas, Saya kan udah menang tadi katanya. Emang itu demo apaan sih? demo buruh?” jawabku kesal. “Eiitss...jangan sombong yah mbak Omi, sembarangan ngomong demo buruh, kita ini perusahaan profesional. Kata-kata Anda itu merendahkan perusahaan kami, Saya akan laporkan ke pihak yang...”. Aku tersulut dan segera memotong kalimatnya “Loh, kok situ malah marah-marah? Saya kan cuma nanya tadi demo apaan? yaudah, terseraaaah Mas, deh...lagian Saya juga ngapain jauh-jauh dari Bogor ke Jakarta kalo acaranya nggak jelas”. “Eh...maaf...maaf mbak Omi, Saya nggak tau kalau Mbak lagi liburan di Bogor, maaf sudah mengganggu” selanya. “Hah, liburan??? gue tinggal disini kaleeeee!” jawabku dengan nada penuh emosi. “Lho, sejak kapan Mbak Omi tinggal di Bogor, kok kami nggak tau ya kabarnya? tanyanya heran dengan nada memelan. “Heeeh, denger yaaa...gue udah 5 tahun kuliah disini, lagian siape loe? ngapain juga gue harus bilang-bilang ke elo kalo gue tinggal di Bogor” jawabku ketus. “Loh, jadi ini bukan Mbak Omi Irami?” tanyanya, “yang keponakannya Bang Oma Irama itu kan?” sambungnya. “hah? bukan...Mas, salah orang kali!” jelasku. “Mbak yang nulis Lagu Senam Dangdut Gembira itu bukan? “Bukaaaan....Bukaaan...Saya Omi D’Greeny dan Saya bukan penyanyi Dangduuut, apalagi instruktur senaaam!” teriakku ganas. “Jadi Saya salah sambung dong” tanyanya lagi. “Yaeeeyaalaaah...menurut loe? gggrrrr....Siapa pula kau ini, pagi-pagi udah bikin kepala awak pening?” rasanya kepalaku hampir meledak. “Maaf Mbak Omi, Saya Kemal dari Gen FM dan Anda sekarang sedang masuk di...SALAH SAMBUUUNG...!” :)


Ditulis untuk "Sayembara Berbuku"
Tema : Happy Birthday Yomi