Sabtu, 18 Juli 2015

Suicide - Burried - End of Story

"If our love is tragedy, why are you my remedy?
   If our love's insanity, why are you my clarity?
" - Zedd

I'm sorry... I'm tired of keeping you alive in my memory. Dalam kenyataannya kamu sudah mati. Jadi aku memutuskan untuk mengubur semua hal tentangmu. Anggap saja aku juga bunuh diri. Aku pikir kisah ini akan berakhir sepert Film Titanic, dimana Rose masih bisa melanjutkan hidupnya dan beranak-cucu setelah ditinggal mati oleh Jack. Tetapi yang terjadi malah lebih mirip kisah Romeo dan Juliet yang keduanya berakhir tragis.  Dan jika aku sudah mati pun aku juga tidak yakin kita bisa bertemu lagi, karena aku sendiri belum bisa membuktikan kalau surga itu nyata. Hidup memang selalu tidak adil bagi pecundang seperti kita berdua. Selamat tinggal, hal terindah yang pernah ku miliki.
 

Kamis, 16 Juli 2015

Runaway part 1 (Tower of Faith)


Setiap kali aku melewati Monas di malam hari, aku selalu tersenyum geli karena mengingat hari dimana kita pernah melarikan diri dari rumah, jam 2 pagi. Waktu itu aku sedang agak demam dan sedikit kurang sehat, sedangkan pikiranmu sedang tidak jernih. Lalu kamu memaksa aku untuk "menculik" mu dari apartemen orangtuamu. Well, sebenarnya kamu yang menculikku, tapi polisi tidak akan percaya jika aku mengatakan demikian. Bagaimana mungkin gadis 23 tahun diculik oleh bocah 16 tahun yang berbahasa Indonesia saja tidak lancar, ahahaha... anyway, that was the most crazy moment everrrr!

Baru kali ini aku berbohong ke semua orang di rumah bahwa aku akan pergi ke Bandung selama 2 hari untuk acara outing kantor. Padahal kantorku tidak punya cukup waktu untuk liburan di tengah-tengah tahun ajaran seperti ini. Sedangkan pada orang kantor aku mengatakan aku ingin bedrest karena sedang demam dan sakit kepala. Dan kenyataannya sekarang aku sedang duduk bersamamu di dalam sebuah taksi tanpa tujuan yang jelas. Mengelilingi Jakarta jam tiga pagi.

"Woooow...Jane, is that The Tower of Faith?"
aku hanya tersenyum lemah, yang ku tahu Menara Iman adalah nama mantan pacarmu yang dulu sering kau ceritakan padaku.

"No...it's not, Josh. It's National Monument, Monas. You never been here?"
"No..."

Aku ingat itu terjadi saat awal bulan Februari. Dua bulan sebelumnya, Desember, ku pikir kamu sudah melupakanku dan sedang menghabiskan liburan Natal di London. lalu tiba-tiba sebuah e-mail darimu masuk ke inbox-ku. Dan sebulan berikutnya kamu sudah berada di Jakarta.Perasaanku senang bercampur terkejut dan heran karena belum genap setengah tahun kamu melanjutkan sekolah di Inggris. Dan setiap kali aku bertanya "why did you come back?" atau "are you okay?" kamu hanya menjawab "No, I,m not okay. Shit happened. I'm in a trouble. I'll tell you when we meet up, babe."
Yaaah, tapi bagaimana kita akan bertemu, kamu sudah bukan lagi muridku, dan aku lumayan sibuk dengan laporan hasil ujian dan pekerjaanku di kantor. Beberapa bulan sejak kepergianmu aku berubah menjadi seseorang yang gila kerja, boss-ku mempromosikanku menjadi Branch Manager di kantor yang gedungnya masih di renovasi. Dia bahkan mengalami kecelakaan tiba-tiba dan meninggal begitu saja. Dan hal itu memberikanku semakin banyak pekerjaan yang harus aku bereskan setiap harinya. Aku berpikir apakah aku punya cukup waktu untuk menemuimu?

Apalagi ketika kamu merencanakan untuk kabur dari rumah, ku pikir kamu bercanda saat mengatakan akan menjemputku subuh-subuh di Kantor dengan mobil oranye milik ibumu. Dan temanmu si India meng-SMS ku "Jane, you have to help him. You have to runaway with him too."
aku membalasnya "Why me? Why don't you help your friend by yourself?"
"I can't Jane. I wish I could. That's why you have to help him. Bcoz you're a good person."
Goshhhh...a good person will never kidnap someone's son. should I?

Aku mengamati meteran taxi dan bertanya "do you have enough money to pay the cab?"
"yeah, don't worry I got some, I stole 350K from my Dad. I also bring his laptop, a binocular and a knife. Just in case we have a bad situation, so I can protect you."
"Then, why do you bring your guitar with us? it looks weird you know, runaway with that stuf. We look like a homeless artists"
"I can't even sing, hahahaha...but If someone asked, Just tell them that my name is Jonathan Young."
"yeah, you don't even have an ID card yet, no body will know who you are."
"by the way, I'm sorry we have to meet up in this situation. But I'm glad that I can be with you, Jane. I knew you'll come to save me, bcoz you are my angel"
Ehemmmm......dan aku pun pura-pura tidak mendengar kalimat terakhirmu, dan mengalihkan pembicaraan ke sopir taksi.
Pak, ke emporium mall, ya!"
"Tapi Mall nya kan belom buka jam segini, neng,"
"Iya nggak apa-apa, Saya nunggu temen Saya jemput disana. Kita mau tour ke pulau seribu."