Senin, 30 Mei 2016

Page 149 of 366 Days #journal


Perihal memilih jalan hidup, ada banyak hal yang harus dipertimbangkan. Meskipun hidup ini banyak pilihan, tapi gak semua pilihan itu bisa lo pilih. Hanya pilihan yang masih berada dalam jangkauan tangan lo aja yang bisa lo pertimbangkan. Jadi emang dunia ini sempit, dan gue pikir benar juga kalo ada pepatah yang bilang "life begin at 40". Karena di umur 20-30an orang masih belom memastikan kira-kira bagaimana dia akan menjalani sisa hidupnya ke depan. Berhubung umur gue udah 29, banyak keputusan-keputusan yang gue ambil, contohnya :
1. Bekerja di kantor atau wirausaha ? wirausaha
 wirausaha, karena waktunya yang bisa diatur sendiri, mengingat mood swing gue mudah kambuh dan gue gampang depresi kalau ada orang yang lebih superior dan berusaha memanfaatkan tenaga gue untuk mempromosikan karirnya.

2. Tetap lajang atau akan menikah? tetap lajang
berhubung gue berwirausaha, maka banyak urusan yang masih harus gue rapihkan. Dan gue gak mau pusing dengan ngurus anak dan suami. Enough, I'm tired with relationship problems. It's wasting my energy a lot.

3. Tinggal di luar kota /luar negri atau bertahan di Jakarta?
tinggal di Jakarta selama emak gue masih hidup. Jadi intinya sih gue berwirausaha, tetap lajang dan bertahan di Jakarta karena gue harus memantau emak gue yang udah tua tapi keras kepala sama kayak gue. Ada satu cita-cita gue yang belom tercapai, yaitu punya kebun sayur dan kandang ayam di sebuah desa atau di luar negeri, namun selama emak gue masih hidup, gue belom bisa pergi jauh-jauh dari beliau. Kecuali kalo gue udah bener-bener gak tahan lagi tinggal di rumah ortu gue.

Setelah kurang lebih 3 tahun gue berusaha sendiri membuka kantin di sekolah, banyak yang iri karena waktu kerja gue lebih fleksibel dibandingkan teman-teman gue yang masih berstatus staf kantor. Dipikir enak kali  yah wirausaha. Padahal mah banyak susah dan dukanya. Kelihatannya doang enak. Tapi gue tetap bertahan membangun kerajaan bisnis gue, karena gue pikir gue udah gak cocok lagi kerja di kantor, dimana ada manusia-manusia lain yang jabatannya di atas gue, seolah-olah dia udah membeli seluruh waktu gue, padahal yang bayar gaji gue bukan mereka. Yhaaaaa...lebih baik gue hidup pas-pasan lepas dari comfort zone yang malah lebih sering bikin gue migrain. Sekian curhatan gue malam ini, gue mau mandi dulu ya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar