Kamis, 31 Desember 2015

Senyuman di Akhir Tahun


Hari ini seharian gue gak bisa megang hape, karena tadi pagi hape gue kecemplung di kolam. Hahahahahaha...jadi 2-3 bulan ini kayaknya susah kalo mau hubungi gue ga bisa WA atau LINE. Palingan ya kirim e-mail aja. itu juga gue balesnya lama sih, kalo sore atau malem. Bete baget, gak bisa main game. Jadi seharian gue cuma nonton TV dan tidur aja sampe sore. Trus dibangunin sama nyokap gue, karena Beliau minta dianterin ke Gereja. Ohiyaa...gue lupa hari ini hari kamis tapi malem tahun baru jadi nyokap gue nyuruh gue ke Gereja juga. Gue yang hampir Atheis ini pun mengiyakan ajakan nyokap gue dengan separuh hati (sebenernya gue perpaduan antara deis dan pantheis sih, bukan atheis. Menurut gue Tuhan itu bukan cuma ada di rumah ibadah aja, tapi juga ada alam semesta dan sekitar kita).
Akhirnya gue baru selesai mandi jam 16.50 sementara ibadah tutup tahun akan dimulai tepat jam 5 sore. Belom nunggu nyokap gue yang kalo dandan bisa 30 menit sendiri. Untung Gerejanya deket rumah, jadi tinggal jalan kaki 5 menit. Eh nyampe sana jam 17.30 ternyata acaranya mulai jam 6. yaaah...kecewa deh gue, soalnya kan gue tiap hari kamis jadwal nonton drama Jepang favorite gue di GEM (Sony Channel) Gue udah ngitung-ngitung kalo Pak Pendetanya khotbah + berdoanya lama, sampe rumah jam 9 kurang, ya pasti udah habis deh itu tayangan TV langganan gue. Semoga besok pagi ada siaran ulangnya.
Karena kursi bagian belakang udah penuh, gue sama nyokap gue duduk di barisan ke 3 dari depan. Sementara 2 baris kursi depan gue kosong, jadi kita paling depan, hahaha... eh tapi gak lama kemudian sih ada rombongan 5 orang duduk di kursi panjang persis depan kita, Ayah, ibu dan 3 orang anaknya. sementara sebelah kiri gue masih kosong. Semoga ya yang duduk sebelah gue ganteng dan masih jomblo, hahaha... *ngarep* Lumayan lah ada hiburan dan ada pemandangan biar gak ngantuk. Eh ternyata bener pas jam 6 kurang 7 menit duduklah seorang pria dengan tubuh atletis sambil bawa iphone dan pocari sweat kaleng. Kayaknya ni orang abis nge-Gym atau lagi haus ya....enak bener dh bawa-bawa minuman dingin. Gue jadi ikutan haus. Sementara nyokap gue di sebelah kanan lagi sibuk menahan kantuk (Soalnya kalo udah di atas jam 6 sore dia biasanya udah tidur di rumah). Selama acara gue sering curi-curi pandang ke sebelah kiri, ahahaha....andai gue gak bareng nyokap, pasti gue udah kenalan sama ni orang. wkwkwkwk... Sialnya gue sekarang mati gaya sambil berusaha nahan ngantuk karena pendetanya khotbah lama banget. Untung sebelom berangkat tadi gue makan nasi dulu, jadi nggak mati kelaperan gue.
Untungnya lagi sebelah kiri gue ada pemandangan bagus jadi gue gak ngantuk-ngantuk banget. Entahlah, meskipun AC di ruangan ini gak begitu dingin, tapi ngelihat dia yang cool banget, suasana hati gue jadi sejuk.  kurang lebih sama kayak choky sitohang, presenter acara Take Me Out yang senyumnya bikin hati adem.
Hayalan gue sejenak terhenti ketika pak pendeta selesai ceramah dan menyuruh umatnya untuk membentuk lingkaran dan berdoa. Jadi kita semua menutup akhir tahun dengan berdoa sambil bergandengan tangan dengan orang yang disebelah kiri-kanan kita. Ya otomatis lah si choky sitohang KW Super itu langsung senyum ke gue dan menawarkan tangannya ngajak berdoa hahahaha...Baru kali gue bersyukur karena pak pendeta berdoanya panjaaaang dan lamaaaa.... ;) Happy New Year 2016!



gambar diambil dari sini. :)

Siapapun dia, meskipun gue gak tau namanya, dia berhasil bikin gue meresolusikan "rajin ke gereja tiap hari minggu" di tahun 2016 mendatang.

Jumat, 25 Desember 2015

Begin Again

Ini bukan judul film, bukan juga judul lagu. Hanya ingin mulai lagi menulis life journal di tahun 2016. Eh tapi gak usah nunggu tahun baru deh, daripada nanti kelamaan trus basi dan akhirnya lupa kalau mau nulis diary jurnal harian (udah kayak pelajaran akuntansi aja) :D
Gue sebenernya pengen hidup lebih disiplin, lebih rajin dan lebih mandiri, tapi kayaknya tahun ini gak ada kemajuan, yang ada berat badan gue naik 5 kg dari tahun lalu. wkwkwkwkwkwk...
Nah makanya mulai besok gue harus latihan bangun pagi, anggep aja liburan gue udah selesai. huuufftt...padahal besok itu Sabtu lhooo... ya kurang ikhlas aja kalo weekend kudu bangun jam 4 pagi. :(
Mari kita coba. Besok gue rencananya mau nyuci piring, trus masak nasi, nyuci baju, sepatu & kaos kaki. Sama beli kado buat acara hari minggu nih. Semoga malam ini gue bisa tidur nyenyak *olesin Autan banyak-banyak*
Hmmm...semoga besok mood gue bisa stabil yah meskipun lagi kurang tidur & kurang olahraga, & semoga gak terpengaruh oleh cuaca Jakarta yang panas tapi gak hujan-hujan. Dan gak terpengaruh oleh orang-orang Jutek di sebelah gue yang kadang-kadang sering bikin gue lelah....pokoknya inget, ga boleh males. Dan jangan megang hape sebelom kerjaan rumah tangga selesai. hahaha... Mari kita coba, Jane! Ganbatte kudasai...


One of Good Times in 2015

Ini adalah foto yang diambil kira-kira 10 bulan yang lalu waktu pohon markisa (passionfruit) di kebun sedang berbuah banyak. Sesampainya di rumah Saya langsung membuat segelas sari buah markisa yang dicampur dengan air es, potongan buah stroberi dan daun mint. Segar? gak usah ditanya lagi. AAAaaarghhh...betapa Saya merindukan pohon markisa di kebun kami berbuah lagi tahun 2016.

Minggu, 20 Desember 2015

Edisi Galau Akhir Tahun


Kadang-kadang Saya lebih suka sendirian, meskipun itu membuat Saya kembali mengingatmu.
Kadang-kadang Saya memandang langit biru di balik awan-awan, yah...sebentar saja. Itu membuat Saya memikirkan apa yang sedang kau lakukan di atas sana.
Kadang-kadang Saya ingin memutar kembali lagu-lagu yang kau buat. tapi sudah dihapus dari handphone Saya.
Kadang-kadang Saya berharap kamu datang kembali ke bumi, tapi bukan dalam bentuk tetesan air hujan.
Kadang-kadang Saya penasaran, apakah kita bisa bertemu lagi di kehidupan selanjutnya ?
Kadang-kadang....hmmm....
Kadang-kadang apa yang Saya rasakan seperti semuanya tidak masuk akal.

Senin, 12 Oktober 2015

B.U.S.Y






"Dilupakan orang memang menyedihkan, tapi beberapa orang memang tidak pantas untuk diingat-ingat lagi."

Kadang-kadang Saya merasa menjadi orang yang kejam atau sombong jika tidak membalas beberapa pesan di inbox Saya yang berasal dari teman-teman lama. Kadang Saya hampir lupa kapan terakhir kali bertemu mereka, tetapi masih ingat alasan mengapa Saya mengabaikan sapaan mereka. Selain karena tidak suka percakapan sekedar basa-basi, yang paling sering adalah karena Saya merasa tidak penting untuk membalas pesan mereka. Karena biasanya mereka mencari Saya jika sedang butuh bantuan. Tetapi ketika Saya sedang butuh bantuan, mereka meninggalkan Saya sendirian begitu saja. Jadi, yaaaah....untuk apa menolong orang yang hanya ingin memanfaatkan kita? Kalau Saya sih males banget sama orang yang minta tolong, udah gitu maksa lagi. trus habis ditolong lupa deh... :D #eh 

Sabtu, 18 Juli 2015

Suicide - Burried - End of Story

"If our love is tragedy, why are you my remedy?
   If our love's insanity, why are you my clarity?
" - Zedd

I'm sorry... I'm tired of keeping you alive in my memory. Dalam kenyataannya kamu sudah mati. Jadi aku memutuskan untuk mengubur semua hal tentangmu. Anggap saja aku juga bunuh diri. Aku pikir kisah ini akan berakhir sepert Film Titanic, dimana Rose masih bisa melanjutkan hidupnya dan beranak-cucu setelah ditinggal mati oleh Jack. Tetapi yang terjadi malah lebih mirip kisah Romeo dan Juliet yang keduanya berakhir tragis.  Dan jika aku sudah mati pun aku juga tidak yakin kita bisa bertemu lagi, karena aku sendiri belum bisa membuktikan kalau surga itu nyata. Hidup memang selalu tidak adil bagi pecundang seperti kita berdua. Selamat tinggal, hal terindah yang pernah ku miliki.
 

Kamis, 16 Juli 2015

Runaway part 1 (Tower of Faith)


Setiap kali aku melewati Monas di malam hari, aku selalu tersenyum geli karena mengingat hari dimana kita pernah melarikan diri dari rumah, jam 2 pagi. Waktu itu aku sedang agak demam dan sedikit kurang sehat, sedangkan pikiranmu sedang tidak jernih. Lalu kamu memaksa aku untuk "menculik" mu dari apartemen orangtuamu. Well, sebenarnya kamu yang menculikku, tapi polisi tidak akan percaya jika aku mengatakan demikian. Bagaimana mungkin gadis 23 tahun diculik oleh bocah 16 tahun yang berbahasa Indonesia saja tidak lancar, ahahaha... anyway, that was the most crazy moment everrrr!

Baru kali ini aku berbohong ke semua orang di rumah bahwa aku akan pergi ke Bandung selama 2 hari untuk acara outing kantor. Padahal kantorku tidak punya cukup waktu untuk liburan di tengah-tengah tahun ajaran seperti ini. Sedangkan pada orang kantor aku mengatakan aku ingin bedrest karena sedang demam dan sakit kepala. Dan kenyataannya sekarang aku sedang duduk bersamamu di dalam sebuah taksi tanpa tujuan yang jelas. Mengelilingi Jakarta jam tiga pagi.

"Woooow...Jane, is that The Tower of Faith?"
aku hanya tersenyum lemah, yang ku tahu Menara Iman adalah nama mantan pacarmu yang dulu sering kau ceritakan padaku.

"No...it's not, Josh. It's National Monument, Monas. You never been here?"
"No..."

Aku ingat itu terjadi saat awal bulan Februari. Dua bulan sebelumnya, Desember, ku pikir kamu sudah melupakanku dan sedang menghabiskan liburan Natal di London. lalu tiba-tiba sebuah e-mail darimu masuk ke inbox-ku. Dan sebulan berikutnya kamu sudah berada di Jakarta.Perasaanku senang bercampur terkejut dan heran karena belum genap setengah tahun kamu melanjutkan sekolah di Inggris. Dan setiap kali aku bertanya "why did you come back?" atau "are you okay?" kamu hanya menjawab "No, I,m not okay. Shit happened. I'm in a trouble. I'll tell you when we meet up, babe."
Yaaah, tapi bagaimana kita akan bertemu, kamu sudah bukan lagi muridku, dan aku lumayan sibuk dengan laporan hasil ujian dan pekerjaanku di kantor. Beberapa bulan sejak kepergianmu aku berubah menjadi seseorang yang gila kerja, boss-ku mempromosikanku menjadi Branch Manager di kantor yang gedungnya masih di renovasi. Dia bahkan mengalami kecelakaan tiba-tiba dan meninggal begitu saja. Dan hal itu memberikanku semakin banyak pekerjaan yang harus aku bereskan setiap harinya. Aku berpikir apakah aku punya cukup waktu untuk menemuimu?

Apalagi ketika kamu merencanakan untuk kabur dari rumah, ku pikir kamu bercanda saat mengatakan akan menjemputku subuh-subuh di Kantor dengan mobil oranye milik ibumu. Dan temanmu si India meng-SMS ku "Jane, you have to help him. You have to runaway with him too."
aku membalasnya "Why me? Why don't you help your friend by yourself?"
"I can't Jane. I wish I could. That's why you have to help him. Bcoz you're a good person."
Goshhhh...a good person will never kidnap someone's son. should I?

Aku mengamati meteran taxi dan bertanya "do you have enough money to pay the cab?"
"yeah, don't worry I got some, I stole 350K from my Dad. I also bring his laptop, a binocular and a knife. Just in case we have a bad situation, so I can protect you."
"Then, why do you bring your guitar with us? it looks weird you know, runaway with that stuf. We look like a homeless artists"
"I can't even sing, hahahaha...but If someone asked, Just tell them that my name is Jonathan Young."
"yeah, you don't even have an ID card yet, no body will know who you are."
"by the way, I'm sorry we have to meet up in this situation. But I'm glad that I can be with you, Jane. I knew you'll come to save me, bcoz you are my angel"
Ehemmmm......dan aku pun pura-pura tidak mendengar kalimat terakhirmu, dan mengalihkan pembicaraan ke sopir taksi.
Pak, ke emporium mall, ya!"
"Tapi Mall nya kan belom buka jam segini, neng,"
"Iya nggak apa-apa, Saya nunggu temen Saya jemput disana. Kita mau tour ke pulau seribu."

Jumat, 08 Mei 2015

30 Hari Mengenang London Boy (2)

Sebulan lebih Saya berusaha melupakanmu, berusaha mencari pengganti dirimu (meskipun hati Saya tidak menginginkannya), berusaha tersenyum setelah kepergianmu dan itu hampir berhasil. Hingga dua hari yang lalu kamu kembali datang menghantui mimpi Saya. Aaaah...Saya tahu itu hanya sebuah mimpi yang menyedihkan. Mungkin sebenarnya Saya sangat merindukanmu, tapi Saya tidak ingin mengakuinya. Tapi baiklah, Saya rasa, sebelum Saya menghapusmu dari ingatan, Saya akan menuliskan kembali kisah kita. Kisah yang ingin selalu Saya ingat sampai akhir hayat. Dan inilah kelanjutan kisahnya.



Saya ingat hari itu Saya sedang suntuk karena masalah pekerjaan dan Saya pun menangis sendirian di ruang kelas. Lalu tiba-tiba kamu masuk dengan kaos biru berlambang huruf S (Superman) ^^, berlari terburu-buru karena datang terlambat, ke arah meja yang sedang Saya duduki . Saya lupa kalau hari itu kamu merubah jadwal kedatanganmu menjadi lebih awal karena ada urusan lain. Dan kita berdua sama-sama terkejut.

"Jane??? what's wrong? r u okay?"
"heyyy...yeah...you're coming late again. Let's start with your math homework. Where is your book?" :)
"No...no...we won't start any lesson today if you're not okay." >.<
"No...no...no...I'm fine. You don't have to worry, though. Let's just study now." :)
"Really? Then why were you crying? what happened? tell me."

Tanyamu dengan nada khawatir sambil berdiri menghampiri Saya, memastikan Saya tidak meneteskan air mata lagi. Dan Saya pun terpaksa berbohong padamu.

"Yeah...I've just broke up with my boyfriend yesterday." *finger cross*
"Wow...that's a good news for me."
"What???"
"No...I mean I'm sorry to hear that. I know it feel hurt, Jane. but you'll be okay in 2 weeks. Trust me!" ;) *eye winking*
"Why should I trust you?"
"Bcoz I'm Superman." :) Jawabmu sambil menunjukan lambang huruf S di T-shirt yang kamu kenakan.
"Oookay! And let's start now, please! We're running out of time bcoz of this unimportant convos. How's your math homework, Superman?"
"Okay...wait a second. but promise me you won't cry again. promise?"
"Yeah...I promise."
"Really? If you break your promise, I'll die." *pinky promise*
"Haahahah...yeah...I promise!" :)
"By the way, you look so cute when you smile."
"Thanks... Do you bring your math book?" Tanya saya, mengalihkan pembicaraan.
Dan tiba-tiba kamu memeluk Saya erat-erat, sambil berbisik, "I promise I won't make you cry."
"Heyyy...why did you hug me?"
"No, I didn't. Superman did it. You've promised to Superman, so he thought you need a free hug."



"are you okay? Jane?"
"Yeah, I feel beter. Thanks for the hug, Superman." :)
"my pleasure."

Dan sejak hari itu pun persahabatan kita mulai naik level...






  (to be continued)

Minggu, 22 Maret 2015

30 Hari Mengenang London Boy

Ah yaaaa...Saya rasa Saya sudah pernah memposting pertemuan pertama Saya dengan LB di blog ini beberapa tahun lalu. Yang baru saja follow blog Saya bisa kepo-in si LB ini di sini , di sini , di sini dan yang paling penting ada di sini juga di sini. Haahahaha...waktu itu dia masih anak sekolah 1 SMA dan gue belum 2 tahun kerja tapi udah Jadi kepala Bagian Keuangan & Belanja dan juga asisten Kepala Cabang. Jadilah waktu itu 
Baiklah, selanjutnya Saya akan cerita beberapa hari kemudian setelah hari jumat itu....

Hari Sabtu emaknya janji mau nganter si LB pagi, akhirnya weekend dari pagi gue nungguin dia dong, tapinya dia nggak jadi dateng. Besokannya Minggu pagi dia dateng, agak terlambat dengan rambut Emo nggak jelas dan mulut bau alkohol. Gue rasa ni orang semalem abis clubbing. Dan mood untuk ngajar seketika ilang, jadi ya gue ngajar dengan ekspresi palmface -____-'

Dia pikir gue lagi BT dengan pacar gue, trus dia nanya "Have you been hurted by someone?"
Gw jawab.. "Yeah...ah, no...no...no...I'm okay now. don't worry, I'm just lil bit tired" sejujurnya tired karena hari minggu harus ngantor dan muridnya Dia doang, hahaahahha... mungkin dia pikir gue lagi sedih karena nggak bisa ngedate sm pacar gue. (gue sengaja bohong pas dia nanya udah punya pacar, gue bilang aja udah, tapi dia kerja di Bogor jadi jarang ketemu).

Dan kelas matematika berakhir, berganti dengan subject "konsultasi pacaran"
dia cerita dia juga pernah sedih, "my ex girlfriend did this to me" trus dia nunjukin pergelangan tangannya yang banyak bekas luka silet-siletan, dan gue terhenyak...gue pikir dia make narkoba.
"wow, that's terrible. Btw where is she now?"
"she died"
*kemudian hening*
dan gue yang sedikit shock berusaha mengalihkan pembicaraan kemudian mengakhiri kelas. Tapi emaknya nggak jemput-jemput. Jadi udah bilang bye-bye berkali kali sambil senyam-senyum nggak jelas, dia nggak pergi-pergi juga. Ternyata dia nggak punya pulsa buat nelpon mamake, hahaahah. trus gue anterin aja dia turun ke bawah dan minjem telpon di resepsionis.

Besoknya senen (((SENIN)))
oHH...I hate Monday, terutama mendekati akhir bulan gue harus masuk-masukin data secara manual dan mengecek dan merekap laporan-laporan keuangan seluruh divisi. Jadilah pagi-pagi gue udah di kelas nungguin LB dateng sambil masuk-masukin data belanjaan kantor ke buku besar. kemudian tiba-tiba dia datang, ngeliat gue lagi sibuk dan serius dia nanya
"heyy, what r u doin Jane? Can I help you?"
"Ah...heyy...I'm just doin' my homework. No...no...don't worry, I'll finish this later. It's okayy!" :)
"Aaaah...come on, lemme help you, just tell me how to finish this report"
yaudah...gue suruh aja dia masuk-masukin itu data belanjaan dapur kantor selama seminggu, ternyata dia ngerti bahasa indonesia sedikit-sedikit.hahahaa...
Gue pikir baik banget ni anak mau bantuin gue, ternyata dia lakuin itu supaya belajar Maths & Sciencenya berkurang, ahaahaha...dasar curang!
Yaaah...dia emang nggak berbakat soal hitung-menghitung, seperti yang dia bilang waktu pertama kali gue ngajarin dia perkalian dan penjumlahan pecahan. tapi dia berbakat di bidang musik. Gue tau itu waktu dia buka laptopnya dan nunjukin partitur-partitur musik yang lagi dia siapkan untuk konsernya 2 bulan lagi. Ternyata selain les disini dia juga les musik dan les bahasa inggris (meskipun Englishnya udah lancar jaya, secara dia lahir di Aussie dan belasan tahun tinggal di London). Ahiyaaa....sejujurnya waktu hari senin gue masih belom bisa mengingat namanya, entahlah, kebiasaan gue emang sulit menghapal nama orang yang baru dikenal karena setiap hari gue banyak bertemu anak baru. Gue baru ngeh kalo nama dia "Josh" pas dia nyalain laptopnya. Avatar di username laptopnya adalah foto cowok emo dengan gitar merahnya, ini dia.
dan setelah gue nanya nama lengkapnya, gue lgsg cari di FB (karena ruangan gue ada wi-fi) dan karena namanya pasaran, tapi gue langsung tau yang mana akun FB dia. "Heyy, is it your FB?"
"Yeah...that's mine. How do you know it's mine? There's so many Josh in FB, right?"
gue cuma senyum, yaaah...tau lah, karena josh yang suka gitar dan model rambut emo yaaa kemungkinan besar adalah si London Boy yang di sebelah gue ini... :) btw ini profile pic FBnya si London Boy.
Kita temenan di FB meskipun tiap hari ketemu, tapi dia jarang buka FB, dia sibuk dengan gitar dan youtube. jadi dia pun nanya nomer hape gue berapa, haahahaha...gue kasih aja, tapi gue bilang ke dia, jangan nelpon gue sore-sore, karena belom pulang kerja. Jangan malem-malem juga, karena room mate gue malem2 udah pada tidur. Jadi sms aja ya.