Minggu, 31 Januari 2016

Page 31 of 366 Days #journal

Bulan ini gue berhasil menulis, meskipun nggak tiap hari, dan kebanyakan adalah postingan yang kurang edukatif dan gak banyak bermanfaat, hahaha...gapapa lah, yang penting udah berusaha. Oia bulan ini ada sedihnya ada senangnya juga.
Sedihnya karena waktu minggu lalu gue main ke warung roti bakarnya mas @isnanne yang di Cikini, ternyata itu minggu terakhir dia dan kakaknya buka lapak di Cikini. Sekarang warungnya udah tutup, vroh... sedik deh gue, padahal belom nyobain roti tuna maya yang hits bingit itu. Ga tau deh bulan Februari mereka bakal pindah kemana, yang jelas sih belom ada kabar terbaru di instagramnya.


eniwei, kalo kangen tapi gak sempat ke Cikini, gue sering bikin sendiri roti panggang ala Tian, diantaranya roti mengandung, roti hot darling, dan roti genjret. Minuman favorite gue di rerotian ada mojiono, greentea latte dan es jahe. Baru kali ini gue minum wedang jahe pake es batu, enak juga lhooo...ini gara-gara kemaren si sarah yang pesen itu minuman, trus gue icip-icip. akhirnya tadi pagi kita bikin sendiri di rumah, beli jahe, gula merah & susu kental manis tapi kita lupa beli serehnya. Tapi rasanya lumayan lhaaa buat pemula seperti kita yang belom pernah tau gimana cara bikin wedang jahe, wkwkwkwk... Oia itu tadi kabar sedihnya, kabar gembiranya sih bentar lagi gong xi fa choy, alias lunar new year. Kali aja ada yang mau ngasih gue angpao? gak nolak deh gue...

Happy Birthday Acuy!

Iseng buka-buka laptop, nemu foto-foto acuy, hahahahaha, ini foto waktu beberapa tahun kita lulus kuliah, trus ketemu lagi di ITC Ambassador sama irna, sigit, warid, abah, sonti, dll.

Happy birthday Acuy a.k.a Supri. wish you all the best ya, Cuy! Dan semoga sukses dalam pekerjaan, sehat dan selalu mewarnai suasana kantor kido group. Bagi jaket-jaketnya dong cuy yang summer collection.. :))) wkwkwkwk...
Saengil chuka hamnida, acuy oppa !


Oia ini ada beberapa lagi foto waktu geng rumpi rempong lagi ngumpul bareng acuy, efendi, arisman, ilyas, dkk. Aaaah...jadi kangen masa-masa kuliah dulu.



foto yang paling bawah, silakan di print dan ditaro di rumah masing-masing. hahahahaha...


Sabtu, 30 Januari 2016

Page 30 of 366 Days #journal

Ini bukan pot plant biasa, tapi ini pot ice cream dan bisa dimakan (kecuali potnya dan sendok plastiknya).
Akhirnya setelah dari beberapa bulan lalu gue cuma lewatin booth nug-nug pot ice cream, hari ini gue dan sarah mencoba membelinya. jadi nug-nug ini adalah eskrim yang wadahnya pot kecil dan ditaburi oreo serbuk yang terlihat seperti tanah compost dan ditancapkan batang seledri atau daun mint atau buah stroberi sebagai garnish.

Penampakannya emang kayak tanaman pot mini gitu. Versi lain sih ada banyak yang jual pot ice cream pake nutrijel cokelat yang diparut jadi bentuknya kayak cacing tanah gitu, hiiiiyyy...cocok banget ya dessert unik ini buat gue yang hobi berkebun, hahahahahaah.. Uniknya lagi bentuk sendok eskrimnya juga kayak sekop mungil gitu.


Jumat ini hari terakhir jualan di bulan ini, setelah kurang lebih sebulan kita (gue and sarah) menjalankan bisnis chicken katsu, kentang goreng dan teman-temannya. yeaaaay...it's closing time! We got the money today, not much. But i'ts enough to buy 2 ice cream pot rasa coklat dan rasa durian. #bahagiaitusederhana


sumber gambar : aliexpress.com dan igmarcade.com

Jumat, 29 Januari 2016

Page 29 of 366 Days #journal

Saya kangen seorang teman yang dulu Saya sering main ke rumahnya untuk melakukan eksperimen bikin kue. Saya ingat waktu itu kami melakukan percobaan membuat kue kering, namun karena salah mengocok adonannya keenceran. Selain itu hambatannya sangat banyak, mulai dari mixer yang rusak, oven yang timernya gak berfungsi, sampai mati listrik. Alhasil kue kami gosong dan pahit. Tetapi kami tetap bisa tertawa bersama. hahaha...

Minggu, 24 Januari 2016

Page 24 of 366 Days

OMG...gue baru nyadar kalo sampah yang gue hasilkan setiap hari di kantin sekolah itu banyak banget. Setelah ditegur oleh petugas kebersihan yang sudah lelah ngangkut-ngangkutin kardus nasi bekas jajan anak-anak sekolah di lantai 3 (gak negor langsung sih, cuma dia bilang ke ibu kantin kalo dia mengeluh soal jualan gue yang pake kardus-kardus kue). Iya siiih...ya tapi kan Brand Gue emang rice box, kalo gue ganti jadi kertas nasi ya gak keren lah.
Akhirnya setelah gue berpikir keras, gue menemukan sebuah ide cemerlang. Yaitu dengan mengadakan kampanye Lunch Box Festival! Jadi buat pelanggan yang pake kotak bekalnya sendiri akan mendapatkan bonus potongan ayam katsu bonus. Dan untuk pelanggan yang mengembalikan kardus-kardus sebanyak 20 buah akan mendapatkan 1 porsi chicken rice box gratis. Hahahaha... gimana solusi dari gue? keren kan...yaaah...itung-itung ini kegiatan CSR perusahaan gue. Lagian juga kardus bekas yang terkumpul nantinya bisa dijual ke tukang loak atau kertas kiloan.
Sebenernya pas ditegur kemarin gue rada bete karena ibu kantin sebelah itu sirik karena nasi kotak gue lebih laris dari nasi rames dan soto yang dia jual. Tapi ya gue tahan aja emosi gue, and keep SMILE :) Dengan adanya solusi go-green ini semoga usaha gue makin laris. Dan yang jajan di kantin sekolah semakin berkesadaran untuk membuang sampah pada tempatnya. Keep Calm and Stay Humble. Cheers!


"Gunung Everest pun tidak pernah berteriak supaya orang mengakuinya kalau ia adalah yang tertinggi di dunia."



Page 23 of 366 Days #journal

Deket rumah gue ada apartemen kecil, nggak terlalu ramai sih. Cuman dari dulu gue ngincer foodcourt yang di Lobby pintu masuknya. Cuma tempat itu selalu penuh, jadi gue waiting list doang. Akhirnya penantian gue yang panjang selama bertahun-tahun terjawab. Orang apartemennya bilang kalo warung Soto sebelah nasi rames udah tutup. Langsung aja gue hubungi temen berkebun gue yang sama-sama punya niat buat jual makanan (soalnya bulan ini pengeluaran gue udah melebihi limit dana darurat). Eh setelah lihat tempatnya kayaknya dia kurang tertarik. Yaudah akhirnya terpaksa deh gue ambil dana dari kantin Rice & Fries yang di sekolah buat bayar sewa lapak di apartemen itu. Yang penting tempatnya udah dapet dulu, dan segera dibayar sebelum ditikung orang lain.
Sebenernya gue masih bingung sih mau jual apaan di apartemen itu, soalnya tahun ini gue emang gak ada rencana buka cabang baru. Jadi ya berhubung ada tempat kosong yang lumayan strategis, gue ambil resiko menjalankan bisnis ini. Kayaknya sih gue sama Sarah mau jualan ice cream, pancake, waffle, takoyaki, okonomiyaki sama mie ramen dan suki. Eh, kita mau jualan roti bakar juga deh kayak Mas Isnan. Doain ya gaes, semoga warungnya banyak rejeki, dan kita nggak pingsan mempersiapkan semua-semuanya sendiri. Kayaknya sih nggak soalnya kita berdua cewek-cewek perkasa. Hahahaha...


Minggu, 17 Januari 2016

Page 17 of 366 Days #journal

Ibu Saya sibuknya sudah seperti orang tua tunggal dan tulang punggung keluarga. Sampai sekarang beliau pun masih produktif dengan keterampilannya membuat gaun dan kebaya untuk acara pesta dan acara nikahan. Setiap siang sepulang dari sekolah Saya membantu ibu memasak nasi, jika sudah terlalu lapar biasanya Saya membuat mie instan atau lauk telur dadar + kornet keju. Atau jika bersabar biasanya Saya dan adik-adik menunggu Ibu pulang untuk memasak menu makan siang kami (kadang-kadang sih beli nasi padang aja kalau lagi banyak kerjaan dan gak sempat masak). Dulu ibu Saya sering memasak sayur oseng-oseng buncis + hati ayam. Biasanya sayur itu terasa manis dan asin karena memakai kecap asin saat menumisnya. Namun ketika Saya mencicipinya hari itu sayur buncis terasa manis seperti sirup obat batuk rasa jeruk. Saya berkomentar "Mah, kok rasanya aneh sih buncisnya? kayak obat gitu". Dan Ibu Saya menjawab "Aneh apanya? udah lah makan aja jangan banyak komentar!" rupanya beberapa hari kemudian Beliau baru menyadari kalau ternyata dia salah mengambil botol kecap asin di kulkas yang bersebelahan dengan botol sirup ABC squash. Hahaha... yaudah lah, gue maapin aja, lagian juga masaknya buru-buru amat. Sampai sekarang pun tiap hari dia masih tetap suka masak buat anak-anaknya, meskipun anak-anaknya udah pada jadi Bang Toyib (baca : jarang pulang).

Sabtu, 16 Januari 2016

Suatu Hari #flashfiction

Suatu hari Saya pernah kehilangan kunci pagar rumah Saya. Keesokan paginya Ibu Saya mengembalikannya di atas meja makan, waktu kami sedang sarapan.

Suatu hari Saya kehilangan sweater favorit Saya. Dua hari kemudian Ibu menemukannya terselip di lemari bajunya, lalu ia menaruhnya di atas tumpukan baju Saya.

Suatu hari Saya kehilangan kartu ATM Saya. Tiga hari kemudian Ibu meletakkannya di atas handphone Saya. "Ini ketinggalan di kantong belanja waktu kemarin kamu ke supermarket, nak." Seketika rasa cemas Saya menghilang, karena Saya belum sempat pergi ke bank untuk mengurus kartu yang baru.

Suatu hari Saya kehilangan kaos kaki Saya yang sebelah kanan. Seminggu kemudian Ibu menemukannya di kolong tempat tidur Saya yang penuh barang usang dan berdebu.

Suatu hari Saya kehilangan payung biru kesayangan Saya. Sebulan kemudian Ibu memasukkannya ke dalam tas ransel Saya. “Kau lupa dan meninggalkannya di kursi Gereja.” jawabnya sambil menggelengkan kepala.

Suatu hari Saya kehilangan charger HP Saya. Saya takut mengatakannya pada ibu, tapi Saya tetap berharap suatu saat barang itu akan ditemukan oleh Ibu. Dan benar saja, tiga bulan kemudian Ibu mengembalikannya lagi. Tidak sengaja terbawa oleh saudara sepupu yang tinggal di luar kota saat mereka menginap di rumah kami.

Suatu hari Saya kehilangan pacar Saya. Malam itu di meja makan Saya nampak pucat dan tak bersemangat menyantap masakan Ibu. Lalu Ibu bertanya, “Apa kau kehilangan sesuatu lagi, nak?”.Saya menggeleng dan tersenyum palsu, sambil berusaha menghabiskan makan malam Saya.

Sejak itu Saya sering melamun dalam diam dan berharap Ibu dapat mengembalikannya. Dia gadis yang baik dan Saya telah menyia-nyiakannya hingga akhirnya dia pun pergi. Saya menunggu sehari, dua hari, seminggu, sebulan bahkan lebih dari setahun. Tapi ibu tetap saja tidak dapat menemukannya. Mungkin benar yang dikatakan orang-orang;
“Nothing is really lost until your mom can’t find it!”
Pacar Saya benar-benar hilang dan tak kembali, demikian pula dengan harapan Saya akan masa depan.

Suatu hari Saya kehilangan pekerjaan Saya. Enam bulan kemudian teman kuliah Ibu menghubungi Saya untuk bekerja di perusahaannya.  Sekarang Saya kembali bersemangat menjalani kehidupan ini meskipun masih sendiri.

Ibu memang luar biasa. Aku yakin jika bersama Ibu semuanya akan baik-baik saja. Saya tidak berani membayangkan bagaimana jadinya hidup Saya jika suatu hari Saya kehilangan Ibu.

I love you, Mom!

-The End-


 sumber gambar : etsy.com

Flash fiction ini ditulis dalam rangka #GiveAway Bareng Elisa dan Immank . Jika kamu tertarik untuk mengikutinya bisa kunjungi blog mereka berdua dan baca aturan mainnya. Hadiahnya banyak dan unyu-unyu lhooo... ^^ jangan lupa ya follow juga twitternya @elisafariesta dan @nfirmansyah_ yang kece dan kekinian! :)

Jumat, 15 Januari 2016

Page 16 of 366 Days #journal




 Gambar diambil dari sini

Minggu ini gue males bepergian jauh-jauh mengingat beberapa hari lalu ada aksi teror bom di Sarinah. Pokoknya rencana gue hari ini adalah beresin rumah, masak & berkebun di kost. Sebenernya gue males sih balik ke rumah karena kalo hari Sabtu pasti ada adek gue di rumah. Nanti kita berantem rebutan channel TV lagi. tapi gue kasihan sama nyokap gue soalnya gak ada yang bantuin dia beresin rumah, nyuci piring, nyapu, ngepel, nyikatin lantai toilet dan jemurin baju kalo bukan gue. Adek gue mah di rumah cuma bantu ngangkatin galon ke dispenser doang. Yaelah, tanpa aer galon gue mah masih bisa bertahan hidup keleussss... Gue kesel tiap kali gue bikin air es di botol-botol, gue lihat lagi besokannya botolnya udah kosong diminum sama adek gue. hufffftt... Akhirnya semalem gue kerjain aja, gue isi itu botol pake air kamar mandi terus gue masukin kulkas. Hahahahaha... *evil laugh* Mari kita lihat apakah hari minggu botolnya udah kosong? Let’s see...

Page 15 of 366 Days #journal




Gambar diambil dari sini
 
Postingan ini gak bermaksud membandingkan pelayanan bank swasta dan bank pemerintah. Jadi ceritanya gue habis nyetor duit di mesin tarik & setoran tunai BCA, terus sekalian gue mau ngeprint buku tabungan gue. Langsung aja gue kasih buku tahapan BCA gue ke mbak-mbak yang bertugas di booth print buku tabungan. Gak sampai 5 menit pun urusan gue beres. Lalu gue ke bank BRI mau melakukan hal yang sama, yaelah, pake diminta KTP segala, mana gue lagi gak bawa dompet. Masak gue harus pulang ke rumah trus balik lagi? Yaudah gak jadi. Bank BRI emang nyebelin, beberapa bulan lalu gue pernah narik seratus ribu rupiah di salah satu Mall di Jakarta Selatan. Dan duit yang keluar adalah selembar uang merah yang sobek jadi dua dan diisolasi. Mana bisa itu duit gue pake buat bayar belanjaan gue, karena kasir supermarketnya gak mau nerima uang sobek itu. Gimana sih BRI katanya "melayani dengan sepenuh hati" :( KZL

Page 14 of 366 Days #journal

Beberapa hari kemarin nggak sempat nulis blog panjang-panjang, sedang sibuk pindahan, ngurusin kerjaan, dan beresin rumah yang udah diberesin juga tetep aja masih berantakan lagi. Pusing gue, padahal sekarang gue hampir gak pernah tinggal di rumah. Barang-barang gue juga udah 30% gue pindahin ke kantor. Sepertinya nyokap gue kesepian semenjak gue ngekost, dia jadi nonton TV sendirian dan gak ada temen ngobrol. Biarin aja lah, kan ada anak kesayangannya yang masih tinggal di rumah. Gue sebel sama adek gue, sirik amat sih orang gue pengen nonton TV yang channel Asia gak boleh, lihat aja entar gue beli TV sendiri di kost biar gue gak perlu lagi balik ke rumah cuma buat nonton dorama Jepang. Sekarang kalo lagi stress, hiburan gue satu-satunya cuma berkebun. Tapi minggu ini gue kayaknya nggak ngebon dulu deh. Mau istirahat aja soalnya badan gue udah remuk rasanya. Oyasumi ~

Page 13 of 366 days #journal

sumber gambar : cinema.theiapolis.com

pindahan merupakan hal yang rempong sekaligus melelahkan. Belom lagi gue sibuk dengan Rice & Fries yang udah mulai beroperasi normal. Eh iya gue seneng soalnya tetangga sebelah kost udah pindah, jadi gue bisa tempatin barang-barang gue ke ruangannya yang dari dulu gue incer, karena ruangan ini persis menghadap ke gerbang SMAN 14. hahaha... Capek juga sih udah pindahan dan beres-beres terpaksa harus dipindah lagi ke kamar depan. Jadinya kayak pindahan 2x. Gue stress dan butuh hiburan, untung aja ada temen-temen yang ngajakin ketemuan dan nonton Ip Man 3. Meskipun gue gak terlalu suka film action, tapi film sejarah beladiri wingchun ini penuh makna dan banyak kata-kata mutiara kehidupan. Yang gue pelajari dari Ip Man 3 ini adalah meskipun kita masing-masing sibuk sama pekerjaan kita masing-masing, kita tetep harus punya waktu untuk keluarga dan orang-orang yang kita cintai, sebelum semuanya terlambat dan mereka terlanjur pergi.

Sabtu, 09 Januari 2016

Page 10 of 366 Days #journal


 #biterbalen #macandcheese #leftover

Gue gagal paham kenapa cemilan khas negeri kincir angin ini harganya mihil bingits. Padahal mah kalo bikin sendiri bahannya murah dan gampang didapat. Salah satu favorit kreasi gue adalah biterbalen makaroni keju. Seperti biasa gue kalo masak pake ilmu kirology (gak pake timbangan, jadi dikira-kira aja gitu, hehehe). Cara bikinnya panaskan 1 sdm margarin, masukan wortel cincang, daging asap cincang lalu angkat. Panaskan 3 sdm margarin lalu masukan bawang bombay dan bawang putih cincang, tumis hingga harum, masukan satu senduk tepung terigu, aduk-aduk sambil dituangi setengah gelas susu cair, garam, lada hitam dan tumisan wortel daging asap yang tadi ditumis. Masukan makaroni yang sudah direbus, keju parut, seledri cincang. aduk hingga rata dan matang, dinginkan. buat bentuk bola-bola, masukan ke tepung, lalu celupkan putih telur lalu gulingkan ke tepung roti. simpan di kulkas selama satu jam. keluarkan dari freezer jika ingin digoreng. dijamin enak, dan juga pegel bulet-buletin ratusan biterbalen.

Page 9 of 366 Days #journal


Hampir setiap Sabtu pagi atau minggu pagi-pagi buta pasti gue udah di halte busway nunggu bus Trans Jakarta yang ke arah Slipi. Kali ini gue ajakin si Sarah, yang dulu juga pernah ikutan @jktberkebun waktu pertama kali buka lahan di Casa Goya Residence. Menurut gue berkebun itu menyenangkan selain olahraga membakar kalori, memasak sayuran yang dipetik langsung itu merupakan kenikmatan tersendiri bagi seorang chef tukang masak amatiran macem gue.
Kali ini ada soun, cabe rawit dan bendi pulau (ini sayuran bisa nurunin darah tinggi, namanya okra, tapi pas gue nonton acara masak-masak di moco's kitchen si Mokomichi lagi masak bendi pulau, gue bingung kan bendi pulau tuh apaan, gataunya okra. Oooooh...jadi bahasa indonesianya okra itu bendi pulau, hahaha.). Okra yang gue petik agak tua sih jadi kulitnya sedikit keras kayak oyong. Eh baru juga gue mau ngerebus air buat melembutkan soun, gasnya habis. yaaaah...padahal tadi gue bawa bekal roti tawar juga, mau bikin sandwich bakar. Yasudahlah...gue bawa pulang aja itu soun dan okra. plus daun mint dan jeruk nipis buat bikin mojito. Gagal sudah piknik kebon hari ini, pemirsahhhh... >.<

Page 8 of 366 Days #journal


Hari ini hari pertama buka kantin setelah kemarin libur seharian karena gue pindahan kantor kamar ke ruangan atas yang lebih lega (ada balkonnya pula, bisa nih dijadiin kebon baru). Dan tadi pagi gue pun lupa ngeluarin kentang beku dari dalam freezer, akhirnya jadilah gue hilangkan aja menu french fries dari lapak gue. Giliran gue gak jual kentang malah banyak yang nanyain, termasuk ibu guru favorit gue waktu SMA dulu. Udah gitu dia nanya pula kenapa gue nggak jualan kemarin-kemarin. Gue bilang aja gue lagi ngambil hadiah juara 1 kompetisi petani kota. :p (padahal mah yang ngambil hadiahnya sih temen-temen geng berkebun gue, gue males ikut karena masih sibuk pindahan).

Ngomong-ngomong soal kentang dan kebun, gue jadi kepikiran buat nanem kentang di sebelah kantor gue, wkwkwkwkwk... eh tapi kata temen gue yang sesama petani kota (urban farmer) sih gak mungkin berhasil karena kentang itu butuh suhu dan ketinggian tertentu, kalo wortel masih mungkin ditanam di jakarta meskipun umbinya gak sebesar wortel yang di tanam di lembang atau bogor. Hmmm...baiklah, kalo gitu gue nanem sawi organik aja dah, lumayan bisa dijual ke tetangga gue yang jualan mie ayam. hahahahaha...
Kembali lagi ke kentang, gue laper dan lagi males makan nasi. Tapinya mau bikin mashed potato itu ngukus kentangnya lama bingits yee... Mari kita goreng kentang aja. habis itu tidur, trus besok pagi beres-beres kebun vertical garden yang udah sebulan lebih terlantar karena pemiliknya sibuk ikutan lomba di kebun tetangga :D

Rabu, 06 Januari 2016

page 7 of 366 Days #journal

Mina san, ohayou gozaimasu!
welcome to my random diary...


Pagi ini rasanya pengen sarapan es krim singapura yang di PGC, tapi sayang dia bukanya baru jam 10an. Hiks...hiks... Btw 2 hari ini gue selalu telat bangun karena terlalu lelah dan banyak urusan. Tapi untungnya semangat hidup gue masih terjaga sehingga masih punya tenaga untuk menjalani hari-hari yang panjang ini (masih tersisa 359 hari lagi loh di tahun 2016). Hari ini gue libur, sengaja. Karena nanti siang mau jemput Sarah di setasiun dan mau beres-beres kost juga. Trus sorenya jalan-jalan sekalian belanja di Kalibata, kalo masih punya sisa tenaga, kalo udah capek ya ke Alfamart aja yang deket. Ngomong-ngomong soal tutup warung, sebenernya bukannya gue gak rela kehilangan keuntungan sehari, cuma gue kasihan sama fans-fans nasi kotak Rp 10.000,- (harga gak naik-naik dari 2 tahun lalu) atau chicken karaage yang tiap hari selalu rebutan turun tangga dan berlarian ke ujung lorong karena takut kehabisan. Hahaha... Besok pasti pada protes ke gue "Kak, kok kemaren gak jualan sih? Kan kita jadi kelaperan tau."
Padahal mah mie ayam, siomay, nasi goreng masih banyak banget di lapak sebelah, kenapa kalo gue gak jualan sehari doang udah kayak dunia berhenti berputar aja. wkwkwkwkwk...Baiklaaah...untuk menebus kesalahan, Jumat ini gue akan bikin nasi kotak sebanyak-banyaknya.

page 6 of 366 days

Sumber Gambar :cathy's kitchen


Hello...
I'm so happy today... udah 4 hari gak buka inbox e-mail, ternyata banyak surel yang masuk. Yang membuat gue senang adalah gue dapet e-mail dari seorang food editor yang minta testimoni gue tentang artikel yang sedang ditulisnya di sebuah majalah wanita tentang salah satu menu makanan Jepang yang paling populer, yaitu Donburi. :) Yang gak tau donburi apa, itu loh Yoshinoya (salah satu warteg favorite gue di food court Mall Kelapa Gading).
Menurut gue menyantap semangkuk donburi itu ibarat mendapatkan kebahagiaan dalam kesederhanaan. Karena donburi itu menu yang sangat simple. Demikian juga hal-hal ssederhana pun bisa bikin hati kita merasa senang. Karena #bahagiaitusederhana :)

Page 5 of 366 Days


Page 4 is a blank page. [skip]
Capek banget 2 hari ini gak sempat main game, megang hape aja cuma 1 jam doang. Lelah gue belanja bolak balik ke pasar jalan kaki. Belom sempat mau bayar kost eh udah keduluan sama orang, jadi terpaksa dh gw dapet kamar yang di atas. Gue lagi bersihin barang-barang di gudang gue, dan menemukan beberapa harta karun. Besok pagi rencana gue adalah jemput si @VISTA_VIDIES di stasiun Senen, trus beres-beres kamar kost yang bakal jadi kamar kerja kita. Aaaaah...akhirnya gue punya temen kerja dan temen berpetualang di ibukota yang kejam ini.  Gue jadi semangat lagi, karena ide-ide baru untuk bisnis berlarian di kepala gue, bersiap untuk direalisasikan. Ganbatte kudasai!
I've just realized that working hard can be fun too. :)

Minggu, 03 Januari 2016

Page 3 of 266 Days #journal


Sebenernya semua orang tahu solusi dari segala permasalahannya, tapi entah kenapa menjalaninya itu yang agak sulit dan sedikit malas. Misalnya kalo laper ya makan, kalo ngantuk ya tidur. Tapi karena kehidupan ini menawarkan terlalu banyak pilihan, mungkin itu yang bikin kita jadi bingung sendiri mau berbuat apa dan berputar-putar disitu aja. Sebulan ini gue pusing karena belom dapet tempat yang bakal gue jadikan gudang. Gue minta bantuin beberapa orang tapi ya gak ada yang responnya aktif. Itu terkadang yang bikin gue males ngomong kalo lagi ada masalah, gue cerita dan minta tolong juga gak ada yang gerak. Yaudah akhirnya gue kerjain aja semua sendiri. Kalo gue BeTe ya gue cari hiburan sendiri, pergi ke bioskop, toko buku or berkebun.
Hal yang bisa membantu gue adalah membuat "To Do List" tiap hari. Contohnya hari ini gue mau nyari kost, belanja ke Carrefour, ngambil duit di ATM, pergi kondangan, dll. Ya sebaiknya dengan membuat perencanaan terlebih dahulu gue jadi gak bingung mau ngapain kalo punya waktu luang. Besok sih gue mau bangun pagi-pagi buat bersihin kaca etalase toko yang debunya udah numpuk. Trus nyatetin harga-harga belanjaan hari ini di buku agenda. Beli kardus bekas buat beresin barang-barang di gudang. Ketemu ibu kost buat bayar DP.
Seperti kalimat yang gue inget terus dari kemaren, "fix the problems you can fix". Semoga masalah-masalah gue selesai sedikit demi sedikit. Ganbatte kudasai!

Sabtu, 02 Januari 2016

page 2 of 366 Days #journal


Gara-gara hujan gue jadi males ngapa-ngapain.
Bullshit! Kasihan si air hujan yang gak salah apa-apa dijadikan alasan oleh banyak orang malas seperti gue.
"throw away your excuses"
 Hahaha...kadang-kadang kita punya banyak alasan ketika tidak melakukan hal yang seharusnya kita lakukan. Ah ya, seharusnya gue gak buang-buang waktu bermalas-malasan, sehingga banyak pekerjaan rumah yang tertunda, dan masalah-masalah yang belum terpecahkan.
"fix the problem that you can fix"
Jadi intinya kalo ada masalah yang lo gak tau jalan keluarnya ya mungkin sebaiknya dibiarin aja dulu, move on. Jangan terpaku pada satu masalah yang gak selesai-selesai. Cari masalah lain yang kira-kira masih bisa diselesaikan. Don't waste your time, Jane.

Save your energy for tomorrow. Good night! :)

Jumat, 01 Januari 2016

Page 1 of 366 days #journal


Hello...berdasarkan yang sudah-sudah, karena banyak nulis resolusi tapi gak ada yang tercapai, maka gue merasa sangat gagal hidup 30 tahun di planet ini. Tapi gak ada salahnya sih kalo gue mencoba lagi untuk menata hidup gue supaya lebih rapih. Supaya tercatat dengan jelas dan terlihat progress-nya, makanya gue mau bikin laporan setiap minggu, soalnya kalo setiap hari gue gak yakin gue bakal sempat nulis blog. hehehe... Blog yang blogspot ini khusus buat my daily life. Dimana gue bisa mencatat perkembangan gue dari yang hidup di kapal pecah sampai menjadi orang yang lebih rapih dalam sebulan ini. sementara yang wordpress mungkin isinya lebih ke tips & trik atau kumpulan puisi dan cerita fiksi. Yah kalo ada yang lomba-lomba gitu biasanya gue posting tulisannya sih di wordpress. kalo blog yg tumblr jarang sih, udah lama juga gak gue update.
Gue sebenernya bingung mau mulai rapihin bagian mana dulu, soalnya hampir semuanya berantakan, hahaha...yah mungkin langkah pertama adalah membuat list barang-barang apa aja yang bikin gue pusing, sebenernya sih tiap hari gue udah rapihin dikit-dikit tapinya berhubung yang tinggal di rumah ada 6 orang, jadi tiap kali gue udah rapihin besokannya berantakan lagi. Sometimes I feel it's useless and wasting time banget. Tapi gue gak mau menyerah dan akan mencari cara yang efektif dan sederhana buat menyulap rumah ini menjadi rapih. Hmmm.....rasanya butuh usaha dan niat yang cukup kuat mengingat di rumah ini gue doang yang stress kalo lihat barang berantakan, tapi apa daya gue juga males gerak dan kalo udah capek juga gue taro aja barang-barang gue di tengah jalan. Yang paling mungkin gue rapihin adalah area dapur dan kamar mandi. yah mungkin karena cuma gue yang banyak kerja di dapur, jadi kalo udah gue rapihin ya jarang sih diberantakin lagi. Palingan bagian yang melelahkan ya area wastafel cucian piring yang gak pernah kosong meskipun dalam sehari udah 5x nyuci piring.
Setelah dapur, mungkin gue akan bereskan bagian lemari gue sendiri. Soalnya kalo bagian lemari orang or tempat kerja nyokap hari ini gue rapihin, besoknya berantakan lagi, daripada gue kesel sendiri, mending gue mulai dari ngerapihin barang-barang gue sendiri dulu. Semoga project ini berhasil. Tapi berhubung kegiatan beres-beres ini banyak menyita waktu, berarti ada bagian yang harus gue korbankan, yaitu waktu berkebun, nonton TV, nulis blog dan waktu bermain game + socmed. Soalnya kan itu gak menghasilkan duit. Atau gini aja kalo list beres-beres dapur gue udah beres semua, baru gue kasih reward ke diri sendiri berupa waktu untuk nonton, main game & berkebun. Semoga sih ini gak cuma semangat sebulan dua bulan aja ya pemirsah... (anggep aja gue lagi ngomong di acara reality show bedah rumah) wkwkwkwwk... Ganbatte kudasai.